Mahasiswa PSDKU UB Kediri Kembangkan Benih Nila Unggul Black Airlangga
Mahasiswa PSDKU UB Kediri dampingi peternak ikan di Kabupaten Kediri mengembangkan benih unggul Nila Black Airlangga berbasis pemuliaan berkelanjutan.
KEDIRI – Kualitas benih menjadi faktor penentu dalam keberhasilan budidaya perikanan. Di tengah meningkatnya kebutuhan ikan konsumsi nasional, upaya menghasilkan benih unggul kini menjadi perhatian penting, tidak hanya bagi peternak, tetapi juga kalangan akademisi.
Hal itu yang dilakukan tim Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) mahasiswa PSDKU Universitas Brawijaya Kediri melalui program pengabdian masyarakat di Kabupaten Kediri. Tiga mahasiswa Program Studi Sosial Ekonomi Perikanan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, yakni Arneta Meila Berlianawati, Noni Hestiya Putri, dan Laila Fitria Bimastiya, terlibat langsung mendampingi peternak ikan dalam teknik pemuliaan dan pembenihan ikan Nila Black Airlangga.
Kegiatan tersebut dilaksanakan bersama Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) “Sumber Drajat” di Desa Canggu, Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri. Pemilihan ikan Nila Black Airlangga bukan tanpa alasan. Varietas ini dinilai memiliki keunggulan dalam produktivitas serta daya tahan terhadap perubahan lingkungan budidaya.

Pemuliaan Dilakukan Bertahap
Dalam proses pemuliaan, induk penjenis awal diperoleh dari sejumlah daerah seperti Sidoarjo, Tuban, Karangkates, Pati, hingga Kediri. Perbedaan karakter suhu dari tiap wilayah menjadi salah satu pertimbangan dalam memilih induk unggul.
Induk-induk tersebut kemudian ditetapkan sebagai GGPS (Great Grand Parent Stock), yakni sumber utama dalam rantai pembenihan untuk menghasilkan keturunan ikan berkualitas tinggi secara berkelanjutan.
Tahapan pembenihan dilakukan secara berjenjang, mulai dari induk penjenis atau GGPS, dilanjutkan GPS (Grand Parent Stock), hingga PS (Parent Stock). Sistem tersebut diterapkan untuk menjaga konsistensi mutu genetik benih yang dihasilkan.
“Tujuan pemuliaan ini untuk mempertahankan atau memperbaiki kualitas ikan yang dihasilkan,” ujar perwakilan Pokdakan Sumber Drajat, Ipik, Jumat (22/5/2026).
Dukungan Pengembangan Perikanan Daerah
Program MBKM ini tidak hanya memberi pengalaman praktik lapangan bagi mahasiswa, tetapi juga menjadi bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pengembangan sektor perikanan budidaya di Kabupaten Kediri.
Kolaborasi antara akademisi, pemerintah daerah, dan kelompok pembudidaya ikan dinilai penting untuk memperkuat inovasi budidaya yang berkelanjutan. Kegiatan yang berlangsung sejak April 2026 tersebut mendapat dukungan dari Dinas Perikanan Kabupaten Kediri serta dosen pembimbing Dr. Zainal Abidin, S.Pi., M.B.A., M.P.
Selain fokus pada peningkatan kualitas benih ikan nila, program ini juga diarahkan untuk mendukung target Sustainable Development Goals (SDGs). Di antaranya pengentasan kemiskinan melalui penguatan ekonomi masyarakat perikanan lokal, penciptaan pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi sektor budidaya, hingga penguatan kemitraan melalui transfer ilmu dan teknologi.
Bagi sektor perikanan daerah, penguatan kualitas benih dinilai menjadi fondasi penting untuk meningkatkan produktivitas budidaya sekaligus menjaga keberlanjutan usaha peternak ikan di tengah tantangan perubahan lingkungan dan kebutuhan pasar yang terus berkembang.(*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

