TIMES KEDIRI, KEDIRI – Puluhan Bajingan, sebutan untuk pengendali cikar, di Kabupaten Kediri, memeriahkan perhelatan Parade Cikar 2025. Tahun ini semarak Parade Cikar mengambil rute sepanjang kurang lebih 4 km, dengan start dari Taman Totok Kerot, kemudian memutari monumen Simpang Lima Gumul (SLG), dan finish di depan Dishub Kabupaten Kediri.
Antusiasme para bajingan ikut ambil bagian dalam Parade Cikar 2025 meningkat dibanding perhelatan tahun sebelumnya.
"Ini tahun keempat diadakan di Kabupaten Kediri dan alhamdulillah tahun keempat ini peserta meningkat. Kalau di tahun kemarin 41 peserta, maka tahun ini ada 50 peserta dan juga ada peserta kehormatan dari Klaten, " ujar Wakil Bupati Kediri Dewi Mariya Ulfa, Sabtu, (30/08/2025).
Mbak Dewi, sapaan akrab Wakil Bupati Kediri, mengungkapkan perhelatan ini bukan sekadar parade tapi juga upaya untuk melestarikan kebudayaan.
"Cikar itu dulu adalah alat transportasi masyarakat Kabupaten Kediri, sebagian besar yang hari ini sudah hampir punah. Kita juga mengenalkan kepada generasi muda, anak-anak kita agar tahu kendaraan tradisional Cikar itu. Dan kita berharap masyarakat Kabupaten Kediri juga banyak yang minat untuk melestarikan cikar," tambahnya.
Peserta Parade Cikar di Kabupaten Kediri melintas di Monumen SLG (foto :Yobby/TIMES Indonesia)
Sepanjang rute yang dilewati iring-iringan puluhan cikar yang dikemudikan para bajingan, mendapatkan perhatian khusus dari pengguna jalan. Beberapa diantaranya bahkan rela menunggu, untuk menyaksikan Parade Cikar ini sampai tuntas.
Ke depan antusiasme penonton dan peserta diharapkan makin meningkat. Tidak hanya itu, Parade Cikar ini juga diharapkan bisa menjadi salah satu event unggulan untuk menarik wisatawan.
"Menjadi salah satu wisata budaya, keunggulan di Kabupaten Kediri yang beda, karena Parade Cikar sepertinya yang ada hanya Kabupaten Kediri, yang lain belum ada. Bisa menjadi ciri khas Kediri dan itu kita juga melestarikan sapi lokal," tegas Mbak Dewi.
Para peserta Parade Cikar juga turut membagikan ribuan telur rebus kepada masyarakat. Telur rebus sebanyak 1500 butir tersebut, merupakan dukungan dari KPPUK (koperasi produsen peternak unggas kabupaten Kediri). "Untuk tambahan gizi dan konsumsi telur juga aman untuk semua usia," tuturnya.
Hal senada turut diungkapkan Kepala DKPP Kabupaten Kediri drh Tutik Purwaningsih. Menurutnya sudah banyak pihak dari luar Kediri yang berkomunikasi terkait Parade Cikar ini. Namun untuk peserta umum, sementara masih dibatasi dari Kabupaten Kediri.
"Peminat dan antusias yang punya cikar dan yang merasa dulu menggunakan cikar untuk moda transportasi itu luar biasa sekali. Bahkan dari luar Kabupaten Kediri juga beberapa sudah bertanya dan mungkin bisa diajak bergabung. Tapi kami masih sementara (khusus) dari teman-teman komunitas (Bajingan) Kabupaten Kediri. Harapannya ini betul-betul menjadi event tahunan yang menarik orang luar untuk datang," pungkasnya.
Pewarta | : Yobby Lonard Antama Putra |
Editor | : Faizal R Arief |