TIMES KEDIRI, KEDIRI – Suasana Kota Kediri, Jawa Timur, Sabtu (30/8) malam, mendadak mencekam. Aksi solidaritas untuk Affan Kurniawan (21), driver ojol di Jakarta, yang digelar ratusan orang berakhir ricuh. Bahkan, massa tak hanya merusak fasilitas umum, tetapi juga membakar Gedung DPRD Kota Kediri.
Awalnya, kerumunan massa berkonsentrasi di depan Markas Polres Kediri Kota, Jalan Shodanco Supriyadi. Suara teriakan dan yel-yel terus terdengar, hingga akhirnya situasi memanas.
Petugas kepolisian yang berjaga mencoba membubarkan massa dengan water cannon. Beberapa personel TNI ikut turun tangan menghalau kerumunan. Namun upaya itu tidak langsung berhasil. Massa tetap bertahan, bahkan merangsek ke arah pagar Mapolres.
Kemarahan massa kemudian menjalar ke berbagai arah. Sejumlah fasilitas di sekitar Mapolres rusak. Beberapa mobil yang terparkir di pinggir jalan juga menjadi sasaran. Tak berhenti di situ, satu unit sepeda motor dibakar hingga menyala di tengah jalan.
Asap hitam membubung tinggi, membuat suasana semakin kacau. Polisi terus menghalau massa, tapi kerumunan kian meluas. Mereka berpencar ke sejumlah titik di sekitar Mapolres.
Titik Kumpul di Taman Sekartaji
Menjelang magrib, sebagian massa tampak bergerombol di Taman Sekartaji, lokasi yang berada persis di seberang Mapolres. Taman ini menjadi titik kumpul utama, sebelum massa bergerak ke arah lain.
Ketegangan tak surut. Sebagian dari mereka lalu bergerak ke gedung DPRD Kota Kediri yang jaraknya sekitar dua kilometer. Di lokasi inilah amarah massa memuncak.
Sekitar pukul 20.00 WIB, massa yang sudah tidak terkendali mulai melakukan perusakan di kompleks kantor DPRD. Lemparan batu dan benda keras mengarah ke gedung wakil rakyat itu.
Tak lama kemudian, api terlihat membakar bagian bangunan. Angin yang kencang membuat kobaran api cepat meluas. Malam itu, Gedung DPRD Kediri terbakar hebat, sementara aparat keamanan kewalahan menahan massa yang terus berdesakan
Aparat Masih Siaga Penuh
Polisi dan TNI menambah pasukan untuk mengendalikan keadaan. Mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi DPRD. Namun akses jalan yang dipenuhi massa sempat menyulitkan armada pemadam.
Hingga berita ini diturunkan, api masih terlihat di beberapa bagian gedung. Aparat mengamankan lokasi dan menghalau massa yang masih bertahan di sekitar kawasan kantor DPRD.
Aksi solidaritas ini merupakan respons atas kasus yang menimpa Affan Kurniawan (21). Namanya belakangan ramai dibicarakan dan menjadi pemicu gelombang protes di Kediri. Massa menuntut kejelasan kasus tersebut dan menyuarakan aspirasi mereka melalui aksi unjuk rasa.
Sayangnya, unjuk rasa yang awalnya berjalan damai berubah ricuh. Bentrokan dengan aparat, perusakan fasilitas umum, hingga pembakaran gedung DPRD memperlihatkan betapa cepat situasi bisa bergeser menjadi anarkis.
Hingga berita ini diturunkan, aparat keamanan masih berjaga di sejumlah titik strategis di Kediri. Jalan-jalan utama di sekitar Mapolres dan Gedung DPRD ditutup sementara untuk menghindari massa kembali masuk.
Beberapa warga sekitar mengaku waswas melihat eskalasi yang begitu cepat. “Awalnya hanya teriakan-teriakan, tapi tiba-tiba sudah rusuh, mobil dibakar, gedung DPRD pun terbakar,” kata seorang warga yang menyaksikan dari dekat. (*)
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di TIMES Indonesia dengan judul: Aksi Ricuh, Gedung DPRD Kota Kediri Dibakar Massa
Pewarta | : Rochmat Shobirin |
Editor | : Wahyu Nurdiyanto |