Dukung Adaptasi Teknologi, Bantu Implementasikan Pembayaran Digital Pada Pelaku UMKM Kota Kediri
UMKM merupakan salah satu pilar penting dalam pengembangan ekonomi digital di Indonesia. Dengan peran strategis tersebut, pelaku UMKM dituntut untuk mampu beradaptasi dan memahami perkembangan teknologi, khususnya teknologi yang dapat menunjang
KEDIRI – UMKM merupakan salah satu pilar penting dalam pengembangan ekonomi digital di Indonesia. Dengan peran strategis tersebut, pelaku UMKM dituntut untuk mampu beradaptasi dan memahami perkembangan teknologi, khususnya teknologi yang dapat menunjang keberlangsungan dan potensi usaha.
Saat ini sendiri belum semua UMKM di Kota Kediri telah mengenal dan mengimplementasikan digitalisasi dalam usaha mereka. Hal tersebut mendorong para mahasiswa untuk membantu pelaku UMKM bisa memahami dan mengadaptasi teknologi.
Langkah tersebut, dimulai dari yang paling sederhana, yakni pada proses transaksi pembayaran pada UMKM Tahu Kuwalik Jeng Kalim di wilayah Sukorame, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri.
“Kami melakukan survei ke beberapa UMKM. Kami melihat bahwa metode transaksi di UMKM Tahu Walik Jeng Kalim masih bersifat konvensional dan belum memanfaatkan teknologi digital. Dari situ kami membantu dan mendampingi untuk penggunaan QRIS sebagai metode transaksi yang lebih modern,” ujar mahasiswa UNP Kediri Muhammad Ivan Fatkhun Na’im, Senin, (09/02/2026).
Muhammad Ivan Fatkhun Na’im dan teman-temannya yang tergabung dalam Kelompok 23 KKN UNP Kediri melakukan pendampingan tersebut sebagai upaya menjembatani adaptasi teknologi dengan mengintegrasikan pembayaran digital.
"Melalui pendampingan ini, kelompok kami berupaya menjembatani kesenjangan teknologi, dengan mengintegrasikan sistem pembayaran digital seperti QRIS. Kami ingin membantu meminimalkan risiko kesalahan hitung, menghindari peredaran uang palsu, serta memastikan seluruh riwayat transaksi tercatat secara otomatis dan rapi," tambahnya.
Ia menambahkan, implementasi pembayaran digital ini diharapkan dapat menunjang keberlangsungan dan pengembangan potensi usaha. Serta memperluas jangkauan pasarnya tanpa terkendala metode pembayaran, yang pada akhirnya akan berdampak positif pada peningkatan omzet penjualan.
"Digitalisasi ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing dan profesionalisme usaha di mata konsumen, sekaligus memberikan kemandirian bagi pelaku UMKM dalam mengelola keuangan berbasis teknologi. Dengan memiliki rekam jejak transaksi digital yang baik, diharapkan ke depannya UMKM ini memiliki akses yang lebih mudah terhadap peluang pengembangan usaha yang lebih besar," ujar mahasiswa yang bertugas sebagai Ketua Kelompok tersebut.
Selain mendorong penggunaan sistem pembayaran digital, Kelompok 23 KKN UNP Kediri juga memberikan pendampingan berupa pembuatan logo usaha. Logo tersebut dibuat sebagai bagian dari upaya branding agar UMKM Tahu Walik Jeng Kalim semakin dikenal oleh masyarakat luas.
“Kami juga membuatkan logo UMKM Tahu Walik Jeng Kalim dan mencetaknya untuk keberlanjutan usaha. Proses pembuatan logo dan QRIS ini tidak memakan waktu lama, kurang lebih tiga hari,” jelasnya.
Langkah digitalisasi ini disambut baik oleh Kalimah, pemilik UMKM Tahu Walik Jeng Kalim. Menurutnya, sudah banyak konsumen yang menanyakan proses pembayaran digital melalui QRIS saat melakukan transaksi.
"Ada yang pernah menanyakan, tapi waktu itu saya belum menggunakan ( pembayaran digital). Sekarang sudah, semoga semakin membantu. Biasanya pembayaran dilakukan waktu mengambil pesanan di rumah," jelas wanita yang selama 8 tahun terakhir menggeluti usahanya tersebut. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.


