Kinerja APBN Kediri Raya Buka 2026 Dengan Capaian Positif, Sektor Belanja Lampui Nasional
Kinerja APBN Kediri Raya di awal tahun 2026 memperlihatkan capaian positif. Untuk sektor belanja, wilayah Kediri Raya telah merealisasikan sebesar 13% atau sebesar Rp917,141 miliar.
KEDIRI – Kinerja APBN Kediri Raya di awal tahun 2026 memperlihatkan capaian positif. Untuk sektor belanja, wilayah Kediri Raya telah merealisasikan sebesar 13% atau sebesar Rp917,141 miliar. Angka itu diatas capaian belanja secara nasional sebesar 5,9% dari APBN.
Kinerja positif sektor belanja, Belanja Pegawai terserap sebesar Rp56,168 miliar (5%), Belanja Barang sebesar 7,219 miliar (1%) dan Belanja Modal sebesar Rp0,46 miliar (0,00%). Dari sisi serapan wilayah, Kabupaten Kediri menyerap sebesar Rp231,923 miliar disusul Kabupaten Trenggalek sebesar Rp170,526 miliar dan Kabupaten Nganjuk sebesar Rp195,105 miliar serta terakhir Kota Kediri sebesar Rp147,857 miliar.
Sedangkan untuk Belanja Transfer ke Daerah secara YoY kontraksi sebesar 14,15%. Dana Bagi Hasil terserap sebesar Rp12,092 miliar (7%), Dana Alokasi Umum sebesar Rp611,977 miliar (16%), Dana Alokasi Khusus Fisik masih belum ada realisasi, Dana Alokasi Khusus Non-Fisik sebesar Rp229,637 miliar (19%).
"Untuk Insentif Fiskal yang diberikan kepada daerah dengan prestasi kinerja tertentu dan Dana Desa belum ada realisasi," ungkap Kepala KPPN Kediri Moch Izma Nur Choironi, Jumat, (27/02/2026).
Sementara itu, di awal 2026 ini, sektor Pendapatan baik dari perpajakan mengalami kontraksi sedangkan PNBP mengalami ekspansi YoY, perpajakan sebesar -9,28% sedangkan PNBP sebesar 11,66%.
Secara total sampai dengan Januari 2026 telah membukukan penerimaan sebesar Rp1.999,39 miliar, Perpajakan sebesar Rp1.958,89 miliar dan PNBP sebesar Rp34,5 miliar.
KPP Pratama Kediri yang membawahi wilayah Kota Kediri sampai dengan Januari 2026 membukukan penerimaan sebesar Rp15.700,77 miliar atau 4,14% dari target tahun 2026, ekspansi sebesar 31,01% YoY.
KPP Pratama Pare dengan wilayah Kab. Kediri dan Kab. Nganjuk membukukan penerimaan sebesar Rp62,275 miliar atau 5,71% dari target tahun 2026, dengan pertumbuhan plus 50,85%.
KPP Pratama Tulungagung dengan wilayah kerja Kab. Tulungagung dan Kab. Trenggalek (yang menjadi wilayah kerja KPPN Kediri adalah Kab. Trenggalek) sampai dengan Januari 2026 membukukan penerimaan sebesar Rp37,903 miliar atau 4,4% dari target tahun 2026 (terdiri dari Kab. Tulungagung sebesar Rp35,443 miliar dan Kab. Trenggalek sebesar Rp2,459 miliar).
"Untuk KPPBC TMC Kediri telah mencapai 7,23% dari target tahun 2026, dengan rincian Bea Masuk membukukan sebesar Rp0,253 miliar (9,12%) dan Cukai sebesar Rp1,884 miliar (7,23%), masing-masing mengalami kontraksi sebesar -18,59% dan 7,23%," tambah Izma lagi.
Izma menegaskan, APBN Kediri Raya secara umum masih memberikan kinerja keuangan yang baik demi menopang pertumbuhan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian ekonomi global.(*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.


