TIMES KEDIRI, JAKARTA – AS Roma berhasil menahan AC Milan dengan skor 1-1 dalam laga Serie A yang berlangsung di Stadion Olimpico, Minggu (25/1/2026), dalam kondisi hujan deras. Hasil ini menguntungkan Inter Milan yang semakin kokoh di puncak klasemen dengan keunggulan lima poin atas Rossoneri.
Milan tetap berada di posisi kedua dengan koleksi 47 poin, sementara Roma naik ke peringkat ketiga dengan 43 angka, sejajar dengan Napoli yang sebelumnya tumbang 0-3. Inter sendiri menambah tekanan dalam perburuan gelar setelah menang spektakuler 6-2 atas Pisa dua hari sebelumnya.
Roma tampil agresif sejak awal pertandingan dan menciptakan sejumlah peluang pada babak pertama. Namun, kiper Milan Mike Maignan tampil luar biasa dengan beberapa penyelamatan krusial, termasuk aksi refleks di garis gawang jelang turun minum yang mengantarkannya meraih penghargaan pemain terbaik pertandingan.
Setelah melewati babak pertama yang berat, Milan justru mampu memecah kebuntuan pada menit ke-62. Bek muda Koni De Winter menyundul bola hasil umpan silang situasi bola mati untuk membawa tim tamu unggul, memicu selebrasi di bangku cadangan Milan.
Keunggulan itu hanya bertahan 12 menit. Roma mendapat hadiah penalti setelah Davide Bartesaghi dinilai melakukan handball di kotak terlarang. Kapten Lorenzo Pellegrini yang maju sebagai eksekutor menjalankan tugasnya dengan sempurna untuk menyamakan kedudukan.
Pelatih Milan Massimiliano Allegri menilai timnya sebenarnya berada di jalur yang tepat untuk meraih kemenangan sebelum insiden penalti tersebut terjadi.
“Ini hasil yang positif. Kami sempat mengendalikan permainan, tetapi kejadian-kejadian seperti ini memang bisa terjadi,” ujar Allegri kepada DAZN Italia.
Ia mengakui Roma sempat menekan pada awal laga, sebelum Milan tampil lebih rapi selepas jeda. Allegri juga menekankan pentingnya satu poin dari lawatan ke Olimpico.
“Kami tetap menjaga jarak dengan Roma dan bahkan menambah keunggulan atas Napoli. Datang ke sini dan membawa pulang satu poin di fase musim seperti ini sangat berarti,” katanya.
Hasil imbang tersebut membuat Milan tertinggal lima poin dari Inter, meski mereka masih unggul lima angka dari Juventus yang berada di posisi kelima.
Di kubu tuan rumah, pelatih Roma Gian Piero Gasperini memuji kerja keras anak asuhnya. Ia menyebut Milan selalu berbahaya, bahkan ketika tampak berada di bawah tekanan.
“Mereka sangat kuat dalam serangan balik, terutama setelah memasukkan pemain segar seperti Pulisic dan Fullkrug. Jika kami kalah, itu akan sangat menyakitkan,” tutur Gasperini.
Ia juga menyoroti ketenangan Pellegrini saat mengeksekusi penalti, mengingat dua penendang utama Roma—Paulo Dybala dan Donyell Malen—sudah lebih dulu ditarik keluar.
Pada bursa transfer Januari, Roma menambah daya dobrak lewat kedatangan Malen dan Robinio Vaz. Gasperini optimistis keduanya akan memberi dampak besar seiring meningkatnya kebugaran.
“Malen punya pergerakan luar biasa sebagai penyerang tengah. Kami yakin dia rekrutan yang sangat tepat,” ujarnya.
Meski puas dengan performa tim, Roma mendapat kabar kurang menyenangkan setelah gelandang Manu Kone harus ditarik keluar karena diduga mengalami cedera otot paha kanan menjelang satu jam pertandingan berjalan.
Dengan hasil ini, persaingan papan atas Serie A semakin memanas. Inter memimpin, Milan masih membayangi, sementara Roma dan Napoli terus mengintai di belakang dalam perburuan gelar juara musim ini. (*)
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di TIMES Indonesia dengan judul: Imbang Lawan AS Roma, AC Milan Tertinggal Lima Poin dari Inter
| Pewarta | : Rochmat Shobirin |
| Editor | : Wahyu Nurdiyanto |