https://kediri.times.co.id/
Berita

Virus Nipah, Penyakit Infeksi Emerging yang Menjadi Perhatian Global

Kamis, 29 Januari 2026 - 16:44
Virus Nipah, Penyakit Infeksi Emerging yang Menjadi Perhatian Global Virus Nipah.

TIMES KEDIRI, JAKARTA – Selama dua dekade terakhir, berbagai jenis penyakit infeksi emerging terus mengalami peningkatan. Penyakit infeksi emerging merupakan penyakit yang muncul dan menyerang suatu populasi untuk pertama kalinya, atau telah ada sebelumnya tetapi mengalami peningkatan signifikan, baik dari sisi jumlah kasus maupun perluasan wilayah penyebaran.

Saat ini, salah satu penyakit infeksi emerging yang menjadi perhatian dunia adalah virus Nipah. Berdasarkan laporan Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI) pada 2023, World Health Organization (WHO) menetapkan virus Nipah sebagai salah satu dari sembilan penyakit infeksi emerging prioritas yang berpotensi memicu epidemi global.

Virus Nipah (NiV) merupakan virus RNA yang termasuk dalam genus Henipavirus dan famili Paramyxoviridae. Virus ini bersifat zoonosis, yakni dapat menular dari hewan ke manusia. Penularan terjadi melalui kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi, seperti kelelawar dan babi, atau melalui konsumsi makanan yang terkontaminasi air liur, urin, maupun kotoran hewan pembawa virus.

Selain penularan dari hewan, virus Nipah juga dapat menyebar antar manusia melalui kontak langsung dengan cairan tubuh pasien yang terinfeksi. Virus ini mampu menginfeksi berbagai jenis sel, baik pada manusia maupun hewan, termasuk sel pada sistem saraf, pernapasan, dan kardiovaskular. Pada manusia, infeksi virus Nipah dapat menyebabkan radang otak yang berpotensi mengancam nyawa.

Tingkat kematian akibat infeksi virus Nipah tergolong tinggi, dengan angka fatalitas diperkirakan berkisar antara 40 persen hingga 75 persen. Hal inilah yang menjadikan virus Nipah sebagai salah satu ancaman serius bagi kesehatan global.

Menurut laporan Kemenkes RI, wabah virus Nipah pertama kali terjadi di Malaysia pada 1998. Saat itu tercatat 265 kasus infeksi pada manusia dengan 105 kematian, serta lebih dari satu juta ekor babi harus dimusnahkan. Pada 1999, virus ini menyebar ke Singapura melalui impor babi terinfeksi dari Malaysia. Selanjutnya, sejak 2001 virus Nipah muncul secara berkala di Bangladesh, dengan sedikitnya lima kali wabah hingga 2021.

Gejala infeksi virus Nipah pada tahap awal kerap menyerupai penyakit flu, sehingga sulit dikenali. Gejala awal meliputi demam, sakit kepala, nyeri otot, mual, muntah, sakit tenggorokan, dan batuk. Beberapa penderita juga dapat mengalami lemas, pusing, serta gangguan pernapasan ringan.

Seiring perkembangan penyakit, infeksi dapat berlanjut menjadi pneumonia dan sindrom gangguan pernapasan akut. Pada kondisi ini, pasien berisiko mengalami sesak napas berat dan memerlukan perawatan intensif. Dalam kasus yang lebih parah, infeksi virus Nipah dapat berkembang menjadi peradangan otak yang ditandai dengan mengantuk berat, kebingungan, disorientasi, kejang, hingga koma.

Hingga kini, belum tersedia obat maupun vaksin untuk mencegah infeksi virus Nipah. Oleh karena itu, upaya pencegahan menjadi langkah utama. Kemenkes RI mengimbau masyarakat untuk menghindari konsumsi nira atau aren mentah tanpa dimasak, mencuci dan mengupas buah sebelum dikonsumsi, serta membuang buah yang telah digigit kelelawar. Daging hewan ternak harus dimasak hingga matang sempurna.

Selain itu, masyarakat dianjurkan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, seperti mencuci tangan, menerapkan etika batuk dan bersin, serta menggunakan masker saat mengalami gejala sakit. Kontak langsung dengan hewan ternak berisiko, khususnya babi dan kuda, perlu dihindari atau dilakukan dengan menggunakan alat pelindung diri sesuai standar.

Petugas yang menangani hewan maupun tenaga kesehatan yang merawat pasien terinfeksi virus Nipah wajib menerapkan langkah pencegahan dan pengendalian infeksi secara ketat. Meski hingga saat ini belum ada laporan kasus virus Nipah di Indonesia, pemerintah mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan meningkatkan kesiapsiagaan.(*)

Pewarta : Imadudin Muhammad
Editor : Imadudin Muhammad
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Kediri just now

Welcome to TIMES Kediri

TIMES Kediri is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.