https://kediri.times.co.id/
Berita

Bangunan Empat Dekade Rusak Parah, SMPN 1 Sambong Blora Masuk Perhatian Kemendikdasmen

Jumat, 30 Januari 2026 - 16:17
Bangunan Empat Dekade Rusak Parah, SMPN 1 Sambong Blora Masuk Perhatian Kemendikdasmen Staf Ahli Bidang Manajemen Talenta Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI, Mariman Darto, saat meninjau ruang kelas SMPN 1 Sambong yang mengalami kerusakan parah. (Foto: Rengga/TIMES Indonesia)

TIMES KEDIRI, BLORA – Kondisi bangunan SMPN 1 Sambong, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, yang mengalami kerusakan cukup serius, mendapat perhatian langsung dari pemerintah pusat.

Staf Ahli Bidang Manajemen Talenta Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI, Mariman Darto, meninjau langsung kondisi sekolah tersebut pada Jumat, (30/1/2026).

Ia menyebut bangunan SMPN 1 Sambong merupakan gedung lama yang berdiri sejak 1983, sehingga sejumlah bagian konstruksi mulai rapuh.

“Kerusakan terjadi pada atap dan plafon yang ambrol, serta sejumlah titik lain yang dinilai berbahaya bagi keselamatan siswa maupun tenaga pendidik,” ujar Mariman di Blora.

Ia meminta pihak sekolah untuk melakukan pengecekan ulang terhadap seluruh ruang kelas guna memastikan keamanan bangunan sebelum digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.

Menurut Mariman, kondisi serupa juga berpotensi terjadi di sekolah-sekolah lain yang usianya sudah tua. Oleh karena itu, ia menilai perlu dilakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kelayakan dan keamanan gedung pendidikan.

Mariman menegaskan kunjungan tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap pemenuhan sarana dan prasarana pendidikan yang layak. Ia menyampaikan revitalisasi sekolah menjadi salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto.

SMPN-1-Sambong-Blora-2.jpg

Selain perbaikan bangunan, pemerintah juga memberi perhatian pada peningkatan sanitasi sekolah sebagai bagian dari penyediaan fasilitas pendidikan yang sehat.

“Revitalisasi SMPN 1 Sambong diharapkan dapat segera terwujud agar sekolah menjadi lingkungan belajar yang aman, nyaman, berbudaya, serta mendukung komponen sekolah Adiwiyata,” katanya.

Ia juga menyebut SMPN 1 Sambong merupakan satu-satunya SMP di Kecamatan Sambong. Menurutnya, revitalisasi sarana dan prasarana sekolah tersebut sangat penting untuk menjaga layanan pendidikan di wilayah tersebut.

Mariman turut memaparkan program revitalisasi sekolah secara nasional pada 2026. Pada tahap awal, sebanyak 11.446 sekolah kini menunggu proses penganggaran.

“Setelah proses verifikasi dan validasi selesai, pelaksanaan fisik ditargetkan dimulai Februari–Maret 2026 dengan estimasi pengerjaan 90–100 hari, sehingga pada Juni sudah dapat digunakan,” ujarnya.

Pemerintah juga menyiapkan tahap kedua dengan tambahan sekitar 60 ribu sekolah yang telah mendapatkan persetujuan Menteri Keuangan, dengan perkiraan anggaran revitalisasi pada 2026 mencapai lebih dari Rp100 triliun.

SMPN-1-Sambong-Blora-3.jpg

Sementara itu, Kepala SMP Negeri 1 Sambong, Wiwik Sulistiyowati, mengatakan kerusakan bangunan sekolah telah terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Kerusakan paling parah terjadi pada 15 Desember 2025.

“Akibatnya, kegiatan belajar mengajar sementara dialihkan ke ruang laboratorium dan ruangan lain yang masih bisa digunakan,” ungkap Wiwik. (*)

Pewarta : Ahmad Rengga Wahana Putra [MG-301]
Editor : Ronny Wicaksono
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Kediri just now

Welcome to TIMES Kediri

TIMES Kediri is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.