TIMES KEDIRI, KEDIRI – Universitas Brawijaya terus mendorong transformasi pembelajaran digital yang terstandar dan berkualitas di seluruh unit akademik, termasuk di PSDKU Universitas Brawijaya Kediri.
Upaya tersebut diwujudkan dengan meningkatkan pengenalan serta implementasi Learning Management System (LMS) Brone dan Pelatihan Generative Artificial Intelligence (AI) untuk Pembelajaran mahasiswa.
Pengenalan diselenggarakan oleh Direktorat Inovasi dan Pengembangan Pendidikan (DIPP) Universitas Brawijaya. Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (29/1/2026) tersebut, diikuti seluruh dosen PSDKU UB Kediri sebagai bagian dari kebijakan standarisasi pembelajaran di lingkungan Universitas Brawijaya.
Direktur PSDKU Universitas Brawijaya Kediri Prof.Dr.Ir Sholeh Hadi Pramono menuturkan pemanfaatan LMS Brone dan Generative AI di kalangan mahasiswa, diarahkan untuk memperjelas arah pembelajaran sekaligus meningkatkan kualitas pemahaman mahasiswa.
“LMS Brone dan Generative AI membantu membangun pembelajaran digital yang interaktif, memperkuat pemahaman konseptual, dan memberi kejelasan penerapan praktis materi perkuliahan," tuturnya Jumat, (30/01/2026).
Dengan pemahaman yang jelas, mahasiswa bisa lebih terfokus dalam penerapan ilmunya. "Dengan capaian luaran yang jelas, mahasiswa tidak lagi berada dalam ketidakjelasan dalam mengaplikasikan ilmunya,” tambahnya lagi.
Sementara itu, Direktur DIPP Universitas Brawijaya, Ishardita Pambudi Tama, menjelaskan bahwa implementasi LMS Brone merupakan tindak lanjut arahan pimpinan universitas agar seluruh mata kuliah di UB terintegrasi dalam satu sistem pembelajaran digital.
Menurutnya, LMS Brone mengusung konsep one course one system yang memungkinkan dosen dan mahasiswa mengakses materi, penugasan, serta evaluasi pembelajaran secara seragam. Pendekatan ini dinilai penting untuk menjaga konsistensi mutu akademik Universitas Brawijaya di seluruh fakultas dan PSDKU.
Selain penguatan LMS, kegiatan ini juga membekali dosen dengan pemahaman pemanfaatan Generative AI secara etis dan bertanggung jawab dalam pembelajaran. Materi pelatihan mencakup penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS), pengembangan modul ajar, pembuatan kuis dan rubrik penilaian, hingga pengembangan konten multimedia pembelajaran.
Melalui kegiatan ini, Universitas Brawijaya menegaskan komitmennya dalam menghasilkan lulusan yang efisien, berkualitas, dan berdaya saing, serta memperkuat peran PSDKU UB Kediri sebagai bagian strategis UB dalam pengembangan pendidikan tinggi berbasis digital di daerah. (*)
| Pewarta | : Yobby Lonard Antama Putra |
| Editor | : Ferry Agusta Satrio |