TIMES KEDIRI, KEDIRI – Para pelatih sepakbola,terutama untuk usia dini, diharapkan tidak cepat puas dalam menimba ilmu. Dengan lebih banyak belajar, maka nantinya akan lebih banyak ilmu yang bisa ditularkan kepada para pemain binaan mereka. Tidak hanya terkait taktikal dan teknik permainan tapi juga terkait disiplin dan mental.
"Harus berbekal ilmu, ilmu di kursus ini itu. Mereka harus banyak menimba ilmu yang nantinya akan disampaikan kepada pemain. Ilmu itu banyak, ilmu teknik, ilmu respek terhadap pemain, ilmu respek kepada semua. Dengan banyak belajar, mereka bisa menyampaikan ke pemain. Sehingga pemain ini
bisa mengerti, bisa melakukan semua apa yang diinginkan oleh pelatih," tutur pelatih senior Indonesia Jaya Hartono, Kamis (29/01/2026).
Pesan itu disampaikan pelatih yang pernah membawa Persik Kediri juara Liga Indonesia tersebut kepada puluhan pelatih pemula yang mengikuti kursus pelatih lisensi D di kampus UNP Kediri.
"Pelatih harus bisa sebagai contoh. Jadi kalau contoh itu kan harus juga disiplin, pemain belum datang dia harus sudah ada duluan di lapangan. Nah ini contoh, contoh untuk memberikan disiplin kepada para pemain. Supaya kalau umpamanya datang jam, dibilang latihan jam 7, jam setengah 7 itu paling lambat itu dia sudah ada di tempat.Jadi ini mengajarkan atau memberi contoh kepada para pemain untuk berdisiplin kepada pemain," ujarnya.
Jaya Hartono juga berpesan, para pelatih tidak boleh membiarkan pemain usia dini atau pemain muda membuat kesalahan. Saat kesalahan terjadi harus langsung ada evaluasi, langsung ada analisa perbaikan.

"Karena apa? Jangan sampai kesalahan itu dibawa terus ke, sampai dia nanti dewasa, sampai nanti dia besar. Atau dia nanti sampai dia bermain di klub-klub amatir atau bermain di klub-klub liga. Jadi kesalahan itu harus secepatnya diperbaiki. Jadi kesalahan itu tidak terus-terusan dia bawa," ungkapnya.
Kegiatan yang berlangsung mulai 26 - 31 Januari 2026 itu, diikuti kurang lebih 30 pelatih sepakbola, mulai dari yang masih berusia muda dan baru terjun ke dunia kepelatihan sampai yang sebelumnya telah berpengalaman melatih.
"Lisensi D itu awal, awal dari perjalanan panjang ke depan. karena banyak nanti yang harus mereka pelajarin, banyak ilmu-ilmu yang harus mereka dapat itu melalui lisensi D, Lisensi C, Lisensi B, Lisensi A dan lisensi A Pro. Jadi banyak sekali, " jelasnya.

Kegiatan ini sendiri berlangsung berkat kolaborasi antara UNP Kediri dengan stakeholder sepakbola, mulai dari tingkat Askot Kota Kediri sampai PSSI, termasuk dengan KONI Kota Kediri. Peserta tidak hanya dari pelatih yang berstatus mahasiswa UNP Kediri, tapi juga dari luar daerah seperti Kalimantan Timur, Pasuruan, Gresik dan Trenggalek.
Pelatih senior Bambang Nurdiansyah hadir sebagai Head Coach Educator dibantu pelatih fisik Timnas U17 dan timnas senior Sofie Imam Faizal serta Agus Yuwono sebagai asisten Educator.
Bambang Nurdiansyah menjelaskan, materi yang diberikan sesuai dengan Filanesia (Filosofi Sepakbola Indonesia). Para peserta tidak hanya melahap teori di kelas tapi juga langsung praktek. Lisensi D sendiri nantinya akan lebih banyak berhadapan pada pembinaan sepakbola usia dini dan muda.
"Teknik dasar dan small set game. Jadi mereka mengimplementasikan teknik-teknik dasar yang kita ajarkan dalam permainan kecil. Tidak mungkin mereka bisa main kalau belum punya teknik kan gitu kan. Jadi teknik harus diimplementasikan di small set game," jelasnya.
Sementara itu Sofie Imam Faizal berharap melalui kegiatan ini, kualitas SDM pelatih di wilayah Kediri Raya bisa meningkat.
"SDM di bidang pembinaan sepak bola di area Kediri bisa meningkat karena keilmuan dari sepak bola pasti mengalami suatu perubahan. Dan harapan setelah dari sini, teman-teman pelatih bisa mengaplikasikan di dalam pembinaan sepak bola di usia grassroots dan youth. Tentu untuk menciptakan atau mencetak pemain yang bisa memberikan sumbangsih bagi daerah dan negara," pungkas pria yang juga Dosen Jurusan Penjaskesrek, Fakultas Ilmu Kesehatan dan Sains (FIKS) UNP Kediri tersebut. (*)
| Pewarta | : Yobby Lonard Antama Putra |
| Editor | : Ferry Agusta Satrio |